JFoGcXyPOhfsmI6eOgiIA4jAw_Q

Berikut Dengan Detail Menjelaskan PRODUK Obat Kuat PASUTRI Legal, Herbal, Rekomendasi Boyke dan Co :

Gasa Foredi



Produk Kesehatan Untuk Wanita! Baca Lengkap di sini : GLUTERA Glutathione Indonesia



Tampilkan postingan dengan label Pupuk Cair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pupuk Cair. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Agustus 2009

Substansi Filsafat Ilmu

. Sabtu, 29 Agustus 2009
9 komentar

Substansi Filsafat Ilmu

Telaah tentang substansi Filsafat Ilmu, Ismaun (2001) memaparkannya dalam empat bagian, yaitu substansi yang berkenaan dengan: (1) fakta atau kenyataan, (2) kebenaran (truth), (3) konfirmasi dan (4) logika inferensi.

1.Fakta atau kenyataan

Fakta atau kenyataan memiliki pengertian yang beragam, bergantung dari sudut pandang filosofis yang melandasinya.

* Positivistik berpandangan bahwa sesuatu yang nyata bila ada korespondensi antara yang sensual satu dengan sensual lainnya.
* Fenomenologik memiliki dua arah perkembangan mengenai pengertian kenyataan ini. Pertama, menjurus ke arah teori korespondensi yaitu adanya korespondensi antara ide dengan fenomena. Kedua, menjurus ke arah koherensi moralitas, kesesuaian antara fenomena dengan sistem nilai.
* Rasionalistik menganggap suatu sebagai nyata, bila ada koherensi antara empirik dengan skema rasional, dan
* Realisme-metafisik berpendapat bahwa sesuatu yang nyata bila ada koherensi antara empiri dengan obyektif.
* Pragmatisme memiliki pandangan bahwa yang ada itu yang berfungsi.

Di sisi lain, Lorens Bagus (1996) memberikan penjelasan tentang fakta obyektif dan fakta ilmiah. Fakta obyektif yaitu peristiwa, fenomen atau bagian realitas yang merupakan obyek kegiatan atau pengetahuan praktis manusia. Sedangkan fakta ilmiah merupakan refleksi terhadap fakta obyektif dalam kesadaran manusia. Yang dimaksud refleksi adalah deskripsi fakta obyektif dalam bahasa tertentu. Fakta ilmiah merupakan dasar bagi bangunan teoritis. Tanpa fakta-fakta ini bangunan teoritis itu mustahil. Fakta ilmiah tidak terpisahkan dari bahasa yang diungkapkan dalam istilah-istilah dan kumpulan fakta ilmiah membentuk suatu deskripsi ilmiah.

2. Kebenaran (truth)

Sesungguhnya, terdapat berbagai teori tentang rumusan kebenaran. Namun secara tradisional, kita mengenal 3 teori kebenaran yaitu koherensi, korespondensi dan pragmatik (Jujun S. Suriasumantri, 1982). Sementara, Michel William mengenalkan 5 teori kebenaran dalam ilmu, yaitu : kebenaran koherensi, kebenaran korespondensi, kebenaran performatif, kebenaran pragmatik dan kebenaran proposisi. Bahkan, Noeng Muhadjir menambahkannya satu teori lagi yaitu kebenaran paradigmatik. (Ismaun; 2001)

a. Kebenaran koherensi

Kebenaran koherensi yaitu adanya kesesuaian atau keharmonisan antara sesuatu yang lain dengan sesuatu yang memiliki hirarki yang lebih tinggi dari sesuatu unsur tersebut, baik berupa skema, sistem, atau pun nilai. Koherensi ini bisa pada tatanan sensual rasional mau pun pada dataran transendental.

b.Kebenaran korespondensi

Berfikir benar korespondensial adalah berfikir tentang terbuktinya sesuatu itu relevan dengan sesuatu lain. Koresponsdensi relevan dibuktikan adanya kejadian sejalan atau berlawanan arah antara fakta dengan fakta yang diharapkan, antara fakta dengan belief yang diyakini, yang sifatnya spesifik

c.Kebenaran performatif

Ketika pemikiran manusia menyatukan segalanya dalam tampilan aktual dan menyatukan apapun yang ada dibaliknya, baik yang praktis yang teoritik, maupun yang filosofik, orang mengetengahkan kebenaran tampilan aktual. Sesuatu benar bila memang dapat diaktualkan dalam tindakan.

d.Kebenaran pragmatik

Yang benar adalah yang konkret, yang individual dan yang spesifik dan memiliki kegunaan praktis.

e.Kebenaran proposisi

Proposisi adalah suatu pernyataan yang berisi banyak konsep kompleks, yang merentang dari yang subyektif individual sampai yang obyektif. Suatu kebenaran dapat diperoleh bila proposisi-proposisinya benar. Dalam logika Aristoteles, proposisi benar adalah bila sesuai dengan persyaratan formal suatu proposisi. Pendapat lain yaitu dari Euclides, bahwa proposisi benar tidak dilihat dari benar formalnya, melainkan dilihat dari benar materialnya.

f.Kebenaran struktural paradigmatik

Sesungguhnya kebenaran struktural paradigmatik ini merupakan perkembangan dari kebenaran korespondensi. Sampai sekarang analisis regresi, analisis faktor, dan analisis statistik lanjut lainnya masih dimaknai pada korespondensi unsur satu dengan lainnya. Padahal semestinya keseluruhan struktural tata hubungan itu yang dimaknai, karena akan mampu memberi eksplanasi atau inferensi yang lebih menyeluruh.

3.Konfirmasi

Fungsi ilmu adalah menjelaskan, memprediksi proses dan produk yang akan datang, atau memberikan pemaknaan. Pemaknaan tersebut dapat ditampilkan sebagai konfirmasi absolut atau probalistik. Menampilkan konfirmasi absolut biasanya menggunakan asumsi, postulat, atau axioma yang sudah dipastikan benar. Tetapi tidak salah bila mengeksplisitkan asumsi dan postulatnya. Sedangkan untuk membuat penjelasan, prediksi atau pemaknaan untuk mengejar kepastian probabilistik dapat ditempuh secara induktif, deduktif, ataupun reflektif.

4.Logika inferensi

Logika inferensi yang berpengaruh lama sampai perempat akhir abad XX adalah logika matematika, yang menguasai positivisme. Positivistik menampilkan kebenaran korespondensi antara fakta. Fenomenologi Russel menampilkan korespondensi antara yang dipercaya dengan fakta. Belief pada Russel memang memuat moral, tapi masih bersifat spesifik, belum ada skema moral yang jelas, tidak general sehingga inferensi penelitian berupa kesimpulan kasus atau kesimpulan ideografik.

Post-positivistik dan rasionalistik menampilkan kebenaran koheren antara rasional, koheren antara fakta dengan skema rasio, Fenomena Bogdan dan Guba menampilkan kebenaran koherensi antara fakta dengan skema moral. Realisme metafisik Popper menampilkan kebenaran struktural paradigmatik rasional universal dan Noeng Muhadjir mengenalkan realisme metafisik dengan menampilkan kebenaranan struktural paradigmatik moral transensden. (Ismaun,200:9)

Di lain pihak, Jujun Suriasumantri (1982:46-49) menjelaskan bahwa penarikan kesimpulan baru dianggap sahih kalau penarikan kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara tertentu, yakni berdasarkan logika. Secara garis besarnya, logika terbagi ke dalam 2 bagian, yaitu logika induksi dan logika deduksi.


Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 11 Mei 2009

Pupuk Cair

. Senin, 11 Mei 2009
8 komentar

Bio Aktivator dan Pupuk Cair
Anda hobi berkebun?

Agar tanaman tumbuh dengan baik tentu harus dipupuk bukan? Biasanya kita memberikan pupuk kompos yang berbentuk padat untuk menyuburkan tanaman, tapi selain pupuk kompos padat tersebut, kita juga bisa memberikan kompos cair. karena bentuknya cair, kompos cair ini lebih praktis digunakan selain itu berbeda dengan kompos padat atau kompos kering yang menimbulkan bau dan proses pembuatannya memakan waktu sangat lama, kompos cair tidak menimbulkan bau dan cara penggunaannya sangat mudah.

Di pasaran sebenarnya banyak pupuk cair yang beredar, baik yang bersifat organik/kompos maupun anorganik/kimia. Namun daripada beli, ada baiknya kompos cair kita bikin sendiri karena pembuatannya relatif mudah.
Tertarik? begini caranya :

1. Kumpulkan buah-buahan atau sayuran yang sudah tidak anda konsumsi. Tapi jika anda mau membuat pupuk cair yang nantinya memiliki aroma tertentu, aroma mangga atau nanas misalnya, maka sebagai bahan gunakan buah mangga atau nanas saja sehingga pupuk itu akan memiliki aroma nanas atau mangga. Kalau sayuran tidak punya aroma.

2. Campurkan 1 Kg buah-buahan atau sayuran yang telah dicacah halus dengan molase (tetes tebu) atau gula pasir sebanyak ¼ liter, dan 3 liter air.

3. Tutup rapat campuran tersebut dan diamkan selama 3 Minggu.
4. Pada campuran akan terjadi proses fermentasi, dan tumbuh bakteri pembusuk. Campuran dengan bakteri pembusuk inilah yang disebut sebagai bio-aktivator.

5. Meskipun belum menjadi pupuk cair, namun Bio-aktivator sudah memiliki manfaat. Pertama, bisa mempercepat proses pembusukan sampah dan menghilangkan bau dari sampah itu sendiri, karena sudah mengandung bakteri pembusuk. Sehingga bisa langsung kita gunakan untuk menyuburkan tanah. Tambahkan bioaktivator ke pot tanaman kesayangan anda agar tumbuh lebih subur dan produktif.

6. Untuk membentuk pupuk cair, cukup diamkan saja bio aktivator yang dalam wadahnya. Setelah berumur enam minggu, barulah bio-aktivator menjadi pupuk cair. pindahkan pupuk cair pada sebuah wadah lalu dipanasi hingga 90 derajat celcius. Setelah itu, masukkan ke dalam botol steril. Setelah dingin, tutup botolnya. Pupuk cair itu bisa awet hingga 2 tahun karena jamur sudah tidak berkembang.

7. Selain dengan cara diatas untuk membentuk pupuk cair, kita juga bisa memasukkan sampah yang telah dicacah kesebuah wadah (bisa tong, ember dan lain sebagainya) yang telah dilubangi dan diberi semacam pipa/keran, lalu masukkan bio-aktivator yang telah kita buat sebelumnya dan ditutup rapat. Anda tinggal menunggu beberapa minggu sebelum akhirnya pupuk cair dalam bentuk cairan/lindi mulai dihasilkan dan keluar melalui Pipa atau keran pada wadah/botol.

8. Tanaman subur, lingkunganpun sehat. Itulah keunggulan nyata dari pupuk organic yang bisa kita buat sendiri dengan mengolah sampah rumah tangga. Sekecil apapun kontribusi yang kita berikan, besar manfaatnya bagi lingkungan. Selain itu Anda bisa mengemas bio-aktivator dan atau pupuk cair yang anda buat untuk dipasarkan. Lagi-lagi, tambahan penghasilan buat anda bukan?



Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com